Kajian Bulanan
Kajian Bulanan Edisi 15, Juli 2008
Mesin Partai Dalam Pilkada: Kasus Pilkada Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat
31/07/2008 11:18
Secara teoritis ada dua cara agar mesin partai bisa bekerja dalam memenangkan calon kepala daerah. Pertama, lewat organisasi yang terstruktur, dan menjangkau ke pemilih di bawah. Organisasi inilah yang akan bergerak sebagai mesin dalam mengenalkan kandidat dan mengajak pemilih di akar rumput agar memilih kandidat yang didukung oleh partai. Dari cara pertama ini, kandidat tidak menjadi faktor penting. Partai lah yang menjadi faktor kunci dalam memenangkan pemilihan. Kandidat yang tidak dikenal dan tidak didukung, bisa diubah oleh partai menjadi dikenal dan didukung oleh partai. Cara kedua, memilih figur kandidat yang cocok dan mewakili aspirasi dari pemilih partai. Kandidat yang sesuai akan membuat pemilih teridentifikasi dan punya kedekatan dengan partai. Kedekatan dengan partai (Party ID) ini akan bisa digunakan oleh pemilih untuk memilih kandidat yang didukung oleh partai.
Keberhasilan calon yang didukung oleh partai sangat ditentukan oleh apakah calon itu sesuai dengan harapan pemilih atau tidak. Kasus Pilkada Jawa Tengah dan Nusa enggara Barat memperlihatkan hal tersebut. Dalam kasus Pilkada Jawa Tengah, calon yang diusung oleh partai sesuai dengan harapan pemilih. Dukungan pemilih pada partai berlipat ganda setelah partai secara resmi mendukung calon. Dukungan pemilih partai yang sebelumnya terpencar pada beberapa kandidat menjadi mengerucut kepada calon yang diusung oleh partai. Hal yang berbeda terjadi pada kasus Pilkada Nusa Tenggara Barat. Calon yang diusung oleh partai pemenang Pemilu legislatif tidak sesuai dengan harapan pemilih. Akibatnya, pemilih partai justru berpindah memilih kandidat yang diusung oleh partai lain.
Isi Kajian Bulanan edisi ini:
Mesin Partai Dalam Pilkada 008 Kandidat yang sesuai akan membuat pemilih teridentifikasi dan punya kedekatan dengan partai pendukung.
Mesin Partai dan Jaringan Birokrasi Kandidat yang sesuai akan membuat pemilih teridentifikasi dan punya kedekatan dengan partai pendukung. Apakah peluang partai dalam memenangkan Pilkada akan lebih besar jika di daerah itu terdapat kepala daerah yang berasal dari partai tersebut?
Download kajian bulanan edisi ini:

