Skip to content Skip to menu Skip to search

Berita

Hasil Survei LSI Minus Soal TKI, SBY Tetap Satu Putaran

Sumber: Rakyat Merdeka, Jum’at 12 Juni 2009
20/06/2009 18:16

LAGI, hasil survei menunjukkan bahwa pasangan SBY-Boediono akan memenangkan pilpres dalam satu putaran. Kemarin, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei yang menunjukkan pasangan SBY-Boediono akan dipilih 63,1 persen responden bila pilpres digelar hari ini.

Pasangan Megawati-Prabowo dipilih 16,4 persen. Sementara, JK-Wiranto 5,9 persen. Sebanyak 14,6 persen responden tidak menentukan pilihan.

“Jika tidak ada blunder yang besar dari tim SBY-Boediono, dan tidak ada program yang sangat gemilang dan massif dari kompetitor, serta tidak ada gempa politik di sisa waktu yang ada, SBY-Boediono memang potensial untuk menang satu putaran saja,” kata Direktur Riset LSI Arman Salam di Jakarta, kemarin.

Meski diperkirakan akan menang satu putaran, namun kinerja SBY dinilai minus di bidang penanganan TKI. Hasil survey LSI menunjukkan minus hingga 13,5 persen. “Responden merasa tidak puas dengan kinerja SBY mengurusi masalah tenaga kerja dan pengangguran,” kata Arman.

Sebanyak 38 persen responden menyatakan pelayanan dan penanganan masalah tenaga kerja sangat buruk. Hanya 24,5 persen yang menyatakan baik.

Responden cukup nyaman dengan kinerja SBY disemua sektor kecuali ekonomi. “Satu-satunya yang negatif adalah sektor ekonomi. Sebesar 27,3 persen responden menyatakan kinerja ekonomi SBY buruk dan hanya 25,8 persen yang berpendapat kinerja ekonomi baik,” papar Arman.

Semakin puas pemilih, kecenderungan untuk memilih incumbent makin besar. Sebaliknya, bila tidak puas, pemilih cenderung ke oposisi. “ Dan ekonomi adalah hal yang paling penting bagi pemilih,” kata dia. Namun secara umum, pemilih cukup puas dengan kinerja SBY sehingga dia akan dipilih kembali.

Survei LSI dilakukan 28 Mei sampai 3 Juni 2009. Jumlah responden 400 orang dari 33 provinsi. Responden diwawancarai langsung. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 99 persen dengan margin of error 2,4 persen.