Skip to content Skip to menu Skip to search

Berita

Hasil Survei Pilpres 2009 Kembali Berbeda-beda

Sumber: Republika, Jum’at 12 Juni 2009
20/06/2009 18:18

Jakarta- Perbedaan hasil survei kembali terjadi. Pengumuman hasil survei oleh dua lembaga yang berbeda menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali memenangkan pasangan SBY-Boediono dalam hasil survei terbarunya. Pasangan SBY-Boediono memperoleh dukungan yang sangat tinggi dengan persentase 63,1 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo, memperoleh persentase sebesar 16,4 persen. Sementara pasangan JK-Wiranto memperoleh persentase sebesar 5,9 persen saja.

Hasil survei LSI dilakukan pada 28 Mei-3 Juni 2009. Survei di 33 provinsi ini menggunakan margin of error sebesar 2,4 persen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen.

Direktur Riset LSI, Arman Salam, mengatakan survei ini adalah survei terbaru yang berbeda dengan survei yang dipesan tim sukses SBY-Boediono pada Mei 2009. “Saat melakukan survei pesanan, kami memakai 3,000 responden, sementara survei ini kami memakai 4,000 responden,” kata Arman saat konferensi pers Analisis Survei Nasional Pilpres 2009 LSI di Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut LSI, personality ternyata menjadi kunci kemenangan SBY. Sekitar 90 persen pemilih SBY pantas menjadi pemimpin nasional. Sementara kurang dari 56 persen, yang menganggap Megawati dan Jusuf Kalla pantas menjadi pemimpin nasional.

Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, mengatakan survei ini adalah bagian dari kepedulian LSI terhadap hal yang menjadi sorotan masyarakat. “Sebagai perusahaan konsultan, kami dapat banyak profit. Sudah menjadi komitmen kami, sebagian dari profit itu untuk membiayai survei yang kepentingannya sama sekali untuk informasi ke publik,” tuturnya.

Hasil ini mirip dengan survei Reform Institute. Dalam surveinya, SBY-Boediono unggul telak dengan 62,92 persen. Sementara Mega-Prabowo, mendapat 16,99 persen dan JK-Wiranto 11,31 persen.

Survei Reform dilakukan pada 25 hingga 30 Mei 2009. Respondennya sebanyak 2,500 orang, yang tersebar di 68 desa dan 58 kelurahan di 33 provinsi. Margin error 1,96, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berbeda dengan LSI dan Reform Institute, hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Strategi Pembangunan Sosial Politik Indonesia (PKSPSPI), menunjukkan selisih pasangan capres tidak terlalu jauh.

PKSPSPI menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih empat persen. Survei ini dilaksanakan di 20 provinsi di Indonesia, dengan wawancara terstruktur atas 2,000 orang.

Survei masih menempatkan SBY-Boediono di posisi teratas dengan dukungan 37,05 persen. Disusul Mega-Prabowo dengan 31,50 persen dan pasangan JK-Wiranto sebesar 26,6 persen.

Penanggung jawab PKSPSPI, Prof Iberamsjah, mengatakan mendekati pelaksanaan pemilihan, posisi ketiga pasangan capres mulai berimbang. Hal ini disebabkan masing-masing capres mulai mendapat basis dukungan massa yang jelas. Ia memperkirakan pilpres 2009 akan berjalan dalam dua putaran.