Opini & Analisis Direktur Eksekutif
Sumber: Rakyat Merdeka, 27 November 2006
Presiden Bukan Orang Jawa?
Penulis: Denny JA
Ketika presiden di Indonesia dipilih langsung, mungkinkah terpilih presiden yang bukan berasal dari Jawa? Pertanyaan ini sering ditanyakan terutama setelah heboh pernyataan Jusuf Kalla bahwa ia belum memikirkan mencalonkan diri jadi presiden karena ia bukan orang Jawa. Kita tak tahu apakah wartawan itu salah kutip atau tidak, tapi isu presiden harus orang Jawa semakin menjadi keyakinan.
29/11/2006 16:33Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Kekuasaan Istana Sudah Terbagi
Penulis: Denny JA
PARA akademisi, politisi, diplomat dan pengusaha yang ingin memahami politik Indonsia mutakhir harus memahami kenyataan ini: bahwa kekuasaan istana sudah terbagi. Persoalan penting Indonesia, terutama menyangkut persoalan ekonomi, tak bisa hanya dikonsultasikan kepada presiden, tapi harus juga dengan wakil presiden. Jika salah satu pihak diabaikan, politik akan gunjang-ganjing.
29/11/2006 11:42Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Dicari: Strong Leader (Tapi Yang Demokratis)
Penulis: Denny JA
PUBLIK punya impiannya sendiri mengenai pemimpin nasional. Hasil survei menunjukkan yang diinginkan adalah presiden sebagai strong leader yang membawa perbaikan ekonomi. Publik ingin pemerintahan sekarang seperti Orde Baru tapi untuk versi yang demokratis. Di era Orde Baru, memang pertumbuhan ekonomi tinggi dan kewibawaan pemimpin nasional sangat terasa.
01/05/2006 06:31Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Aroma Politik Orang-orang Miskin
Penulis: Denny JA
BERULANG-ULANG Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan riset terhadap seluruh populasi Indonesia, dari Aceh hingga Papua, melalui sistem sampel. Apa yang menjadi perhatian utama dan prioritas mereka selaku warga negara?. Lebih dari 60 persen menjawab yang mereka utamakan masalah ekonomi.
01/05/2006 06:31Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Wacana Impeachment
Penulis: Denny JA
BELUM setahun usia pemerintahan SBY-JK. Namun wacana impeach�ment atau pemecatan presiden sudah mu�lai merebak. Wacana ini segera men�jadi panggung besar bagi para pe�main politik. Berbagai jurus ma�nuver mulai dipersiapkan. Ada pe�main yang mulai bicara terang-te�rangan. Ada yang baru mengendap-ngen�dap memprovokasi kondisi. Ada pula yang masih wait and see, mem�baca perkembangan. Namun se�mua siap menerkam presiden ke�tika situasi sudah matang.
01/05/2006 06:30Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Obor Oposisi
Penulis: Denny JA
BURUH, mahasiswa, ibu ru��mah tangga, pengu�sa�ha, mulai merasakan efek ke�jut dari naiknya harga BBM. Level ketidak�puas�an atas situasi saat ini se�makin tinggi. Pengamat po��litik dan ekonomi yang vo��kal semakin kritis dan po��tensial memprovokasi situasi.
01/05/2006 06:30Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Berani atau Nekat?
Penulis: Denny JA
APAKAH pemerintah telah mengambil ke�pu�tu��san yang berani atau nekat? Ini pertanyaan yang kini menempati urutan pertama �tangga lagu� isu politik masa kini setelah di�umum�kan��nya harga BBM. Di�sebut keputusan berani ji�ka kebijakan itu tidak po�pular tapi me�nye�hat�kan dalam jangka pan�jang secara ekonomi dan efek politiknya ma�sih bisa ditanggung. Di�se�but ne�kat, jika efek po�li�tik kebijakan itu akan me�lam�paui daya tahan pemerintah sendiri.
01/05/2006 06:30Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Semoga Negeri Ini Selamat...
Penulis: Denny JA
KESULITAN yang menimpa negeri ini seolah susul- menyusul. Kesulitan yang diakibatkan naiknya harga BBM belum selesai diatasi, tiba-tiba meledak lagi bom di Bali. Berbagai upaya diplomasi untuk menarik masuknya investasi asing ke Indonesia segera porak-poranda.
01/05/2006 06:29Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Pandora BBM
Penulis: Denny JA
KEPASTIAN naiknya harga BBM tanggal 1 Oktober seperti terbu�kanya kotak Pandora da���lam mitologi Yunani. Berbagai hal yang meng��ge�lisahkan dalam politik praktis akan ke�luar dari kotak Pandora itu. Ge�lombang keresa�han pu�blik luas dan de�monstra�si segera pe�cah di ber�bagai wila�yah.
01/05/2006 06:29Sumber: Rakyat Merdeka, 6 November 2006
Politik Setelah BBM Naik
Penulis: Denny JA
Dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) tanggal 1 Oktober 2005 nanti segera menghidupkan kembali "kartu truf" oposisi. Akibat kenaikan harga BBM itu, dapat dipastikan transportasi umum juga segera naik. Semua harga barang pokok yang menggunakan jasa transportasi akan pula ikut naik. Mayoritas kelas menengah ke bawah semakin merasakan kesulitan hidup secara konkret. Kegelisahan, kekecewaan dan kemarahan publik luas menjadi "kartu truf" oposisi itu.
01/05/2006 06:28
