Denny JA di Pilpres 2004


Jakarta, DetikNews – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diramalkan akan memenangi Pemilu Presiden, 5 Juli 2004 mendatang. SBY akan meraih 40 persen suara. Sementara Megawati hanya 15 persen. Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan Dewan Eksekutif LSI Denny JA kepada wartawan di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2004).

Capres lainnya diprediksi tidak akan mendulang suara yang signifikan. Perolehan suara Amien Rais dan Wiranto diprediksi di bawah 10 persen. LSI yang pernah membantah mengkampanyekan SBY itu melakukan survei 9-16 April 2004. Jumlah sampel yang dianalisa sebanyak 1.194 orang. Sampel diambil secara nasional termasuk dari Aceh dan Papua. Margin error survei, +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pendidikan responden, di bawah SD sebanyak 43,9 persen, SLTP 18,7 persen, SLTA 23,4 persen dan pernah kuliah atau di atasnya 14,1 persen.

Denny menjelaskan, berdasar survei itu kemungkinan akan ada 3 skenario dalam pemilihan prsiden 5 Juli nanti. Pertama, SBY menang dalam satu tahap. Kedua, SBY berhadapan dengan Megawati. Dan ketiga pertarungan 2 jenderal antara SBY dengan Wiranto. “Amien Rais semakin kehilangan momentum untuk maju ke babak kedua,” kata Denny.

Menurut LSI, kampanye hanya mempengaruhi 30 persen dari pemilih. Sebanyak 70 persen pemilih sudah memutuskan pilihan sebelum kampanye dimulai. “Larangan mencuri start kampanye akan mempengaruhi Pemilu Presiden. Tokoh yang sedang populer sebelum kampamye sangat diuntungkan,” demikian Denny.

Menurut Denny, medium yang paling efektif untuk mempengaruhi kesadaran pemilih adalah televisi. Sebanyak 80 persen pemilih mengaku melihat kampanye lewat TV. Dengan demikian capres dengan sumber dana terbatas tak akan mampu mengiklankan diri. Denny JA dan jajaran LSI pernah dituding partisan dan mengkampanyekan SBY oleh sebuah surat kabar terkemuka. Denny JA membantah tudingan tersebut. “Kalau data itu akurat kenapa dituding kampanye?” kata Deny setelah mendatangi kantor surat kabar itu. Dalam Pemilu legislatif 5 April 2004, LSI berhasil memperkirakan urutan lima besar parpol pemenang Pemilu. Akan tepatkah ramalan LSI kali ini? Kita buktikan saja nanti. (iy/)