Pendiri Lembaga Survei Indonesia Bukan Saiful M


Ari: Pendiri Lembaga Survei Indonesia Bukan Saiful Mujani, Melainkan Denny JA
Pemberitaan sejumlah media massa yang menyebutkan Saiful Mujani pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) menuai bantahan. Salah seorang saksi hidup saat pertama kali LSI didirikan, Ari Nugroho, mengungkapkan bahwa Saiful Mujani bukan termasuk pendiri LSI.

“Demi kebenaran dan keadilan bagi pendiri yang sebenarnya, perlu ditegaskan bahwa Saiful Mujani bukanlah pendiri LSI. Saya adalah saksi hidup. Saat pertama kali LSI didirikan, saya termasuk pimpinan generasi pertama yang langsung direkrut oleh Denny JA. Saya sangat mengetahui hal itu karena saya hadir di kantor LSI sejak hari pertama LSI dibuka,” ujar Ari kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/7).

Untuk menguatkan pernyataannya, Ari menunjukkan bukti Akte Pendirian LSI no 28 tanggal 17 September 2003, dengan notaris HM. Afdal Gazali SH: dan tiga saksi hidup, dibawah ini. Akte Notaris pendirian LSI ini bisa didownload di http://tinyuri.com/cw4jtkd.

Dijelaskan Ari, berdasarkan akte pendirian pertama LSI diatas, tertulis disana, pendiri LSI adalah Denny JA (dan empat senior lain yang tidak berkecimpung dalam dunia survei opini publik). Saat itu, Denny juga ditunjuk menjadi direktur eksekutif pertamanya. “Nama Saiful sama sekali tidak ada dalam akte notaris pendirian LSI,” tegasnya.

Ari juga menyebut sejumlah nama yang termasuk saksi hidup pertama berdirinya LSI. Mereka adalah Iman Suhirman, yang namanya tercantum dalam akte pendirian selaku kuasa yang mewakili para pendiri yang sebenarnya. Saudara Iman lah, menurut Ari, yang mengurus akte notaris pendiriannya dan ikut merancang pendirian LSI bersama Denny JA dan Heri Akhmadi (mantan ketua Dema ITB tahun 1970-an red).

Saksi hidup kedua, lanjut Ari, adalah Andrinof Chaniago, yang sekarang ini menjadi Ketua Umum PERSEPI, salah satu asosiasi lembaga survei. “Andrinof lah yang menjadi orang pertama pembuat questioner survei LSI yang diminta oleh Denny JA. Saiful Mujani sama sekali tidak terlibat dalam proses itu. Saat itu, Saiful masih di Amerika Serikat,” tandasnya.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, jelas Ari, Saiful Mujani diajak Denny JA untuk ikut bekerja di LSI secara part time sebagai direktur riset. Saat itu, Saiful lebih banyak bekerja full timer di Freedom Institute. Ketika Denny JA meninggalkan lembaga survei Indonesia, karena menjadi konsultan politik di Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Saiful menggantikannya selaku direktur eksekutif Lembaga Survei Indonesia.

“Walau Denny JA sudah tak lagi di lembaga survei Indonesia (LSI) dan mendirikan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), namun bukti hukum bahwa Denny JA adalah pendiri lembaga survei Indonesia bersama empat senior lainnya, bukan Saiful Mujani, tak terbantahkan,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Ari mengingatkan Saiful Mujani agar memberikan klarifikasinya kepada publik. Sebab, selama diberitakan usai diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap Bupati Buol, Saiful tidak pernah memberikan klarifikasinya saat disebutkan media massa bahwa dirinya sebagai pendiri Lembaga Survei Indonesia “Saya percaya selaku akademisi, saudara Saiful akan lebih mengutamakan kebenaran diatas kepentingan lainnya (TIF).

Sumber : Media Indonesia Hal.5 – Rabu, 25 Juli 2012