Paska PAN Gabung Pemerintah

Survei LSI Denny JA - Paska PAN Gabung Pemerintah

Survei LSI Denny JA – Paska PAN Gabung Pemerintah

Dalam seminggu ini, publik dan elite politik dikejutkan dengan sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendadak  menyatakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi. PAN menyatakan bahwa bergabungnya partai ini ke pemerintah karena ingin membantu pemerintah dalam menghadapi kondisi ekonomi yang melemah. Sikap politik ini mengejutkan karena PAN sebelumnya merupakan salah satu motor dari Koalisi Merah Putih (KMP) yang menyatakan oposisi terhadap pemerintah pasca pilpres 2014.

Mayoritas publik yaitu sebesar 66.64 % menyatakan bahwa mereka mendukung sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyatakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Hanya 24.95 % publik yang menyatakan mereka menolak sikap PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

Demikian salah satu temuan survei Lingkaran Survei Indonesia – Denny JA. LSI Denny JA kembali mengadakan survei khusus merespon perkembangan politik nasional terkait pola koalisi dan oposisi pemerintahan.

Survei ini dilakukan melalui quick poll  pada tanggal 4-6 September 2015. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 600 responden dan margin of error sebesar +/- 4,0 %. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview.  Survei ini didanai sendiri oleh LSI Denny JA.

Dukungan terhadap bergabungnya PAN ke pemerintah merata di semua segmen masyarakat. Baik mereka yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan. Mereka yang berpendidikan rendah maupun berpendidikan tinggi. Mereka yang “wong cilik” maupun yang berekonomi mapan juga mendukung sikap PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

Jika dipetakan berdasarkan konstituen partai, mayoritas pemilih yang partainya tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat mendukung bergabungnya PAN ke pemerintah.  Hanya menirotas dari pemilih tersebut yang menolak sikap PAN tersebut.  Pemilih PAN sendiri pada pemilu 2014 lalu, juga mayoritas mendukung sikap PAN bergabung dengan pemerintah. Di pemilih  partai Golkar dan partai Demokrat, hampir berimbang antara mereka yang mendukung PAN bergabung dengan pemerintah dan mereka yang menolak sikap PAN tersebut.

Sementara sebaliknya, pemilih partai Gerindra dan pemilih PKS justru mayoritas menolak sikap PAN bergabung dengan pemerintah. Hanya minoritas yang mendukung sikap PAN meninggalkan Koalisi Merah Putih dan bergabung dengan pemerintah.

****

Dari hasil riset, LSI Denny JA menemukan ada 3 (tiga) alasan mengapa publik mendukung sikap politik PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Tiga alasan tersebut antara lain :

  • Pertama, publik inginkan pemerintah makin kuat dengan kondisi ekonomi yang melemah. Pemerintah yang kuat akan menjamin stabilitas politik yang saat ini dibutuhkan untuk recovery kondisi ekonomi. Dengan kondisi ekonomi yang melemah yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, publik berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi makin terpuruknya kondisi ekonomi.
  • Sebanyak 64.41 % publik mendukung alasan ini. Bahwa mereka mendukung PAN bergabung dengan pemerintah agar pemerintah makin kuat menghadapi kondisi ekonomi nasional yang melemah.
  • Kedua, publik menilai keberadaan koalisi partai pendukung pemerintah (KIH) dan partai oposisi pemerintah (KMP) tak lagi relevan. Publik berharap partai-partai politik tak lagi terkotak dalam setiap kubu.  Sebanyak 10.17 % publik mendukung alasan ini, bahwa mereka mendukung PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi karena menilai keberadaan KIH dan KMP tak relevan lagi.
  • Ketiga, publik menilai bergabungnya PAN dengan pemerintahan Jokowi akan menguntungkan kedua pihak. Di satu sisi pemerintah akan kuat. Di sisi lain, jika kinerja pemerintahan baik maka bisa berdampak positif pada citra PAN. Sebanyak 15.25 % publik mendukung alasan ini bahwa bergabungnya PAN ke pemerintah akan menguntungkan kedua belah pihak.

*****

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa terdapat 24.95 % publik yang menolak sikap PAN bergabung dengan pemerintah. Mereka yang menolak sikap politik tersebut bukannya tanpa alasan. LSI Denny JA menemukan bahwa ada tiga alasan utama yang mendasari sikap resistensi publik tersebut :

  • Pertama, mereka yang menolak menilai bahwa PAN hanya mengejar kepentingan sendiri. Publik menilai sikap PAN bergabung dengan pemerintah hanya murni kepentingan politik sesaat PAN. Sebanyak 30.10 % publik mendukung alasan ini bahwa mereka menolak PAN bergabung dengan pemerintah karena PAN hanya mengejar kepentingan sendiri.
  • Kedua, mereka yang menolak juga beralasan bahwa bergabungnya PAN dengan pemerintah juga merusak tradisi oposisi di Indonesia. Mereka berargumen bahwa sebaiknya PAN tetap diluar pemerintahan bersama KMP agar terjadi check and balances yang sehat. Jika ada partai yang sebelumnya menyatakan oposisi terus berbelok haluan ditengah perjalanan menjadi partai koalisi pemerintah, maka ini akan merusak tradisi oposisi. Partai politik tak terbiasa oposisi dan tak kuat godaan untuk ikut berkuasa. Mereka yang mendukung alasan ini sebanyak 15.10 %.
  • Ketiga, mereka yang menolak PAN bergabung dengan pemerintah karena alasan PAN menghianati koalisinya. Sikap PAN yang bergabung dengan KMP dinilai menghianati komitmennya bersama KMP. KMP dibentuk pasca pilpres oleh partai pendukung Prabowo-Hatta. PAN menjadi salah satu motor utama pendukung KMP karena Hatta adalah ketua umum PAN saat itu. Sebanyak 14.90 % publik mendukung alasab bahwa mereka menolak PAN bergabung dengan pemrintah karena dinilai menghianati koalisinya.

Akhirnya dengan bergabungnya PAN ke pemerintahan Jokowi, publik berharap menjelang setahun pemerintahan Jokowi-JK, pemerintahan Jokowi semakin kuat dan berharap kondisi ekonomi makin membaik.

Bergabungnya PAN ke pemerintahan Jokowi pun akhirnya memunculkan isu reshuffle jilid II. Jika akhirnya Jokowi memutuskan untuk melakukan reshuffle, publik berharap menteri yang dipilih membantu pemerintahan adalah mereka yang capable, punya integritas yang baik, dan tidak memunculkan kontroversi.

Hasil Survei Lengkap DOWNLOAD DISINI

  • Selasa, 08 September 2015
  • Lingkaran Survei Indonesia – Denny JA
  • Narasumber       :  Rully Akbar (0856.80.49.040)
  • Moderator          :  Dewi Arum (0812.8038.2407)
  • Tim Riset LSI       : Adjie Alfaraby, Ardian Sopa, Ade Mulyana, Rully Akbar, Fitri Hari, Dewi Arum.